December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Latest topics
» Autocad Civil 3d 2014 64 Bit Iso Torrent
Sun Jun 08, 2014 2:05 pm by sashejer

» Men S Fitness 12 Week Body Plan Pdf Download
Sun Jun 08, 2014 12:54 pm by sashejer

» WOAT V3.4.1 FIX (Sep 2012) Windows 7 / Office 2010 VL Activation Tool
Fri Jun 06, 2014 5:21 pm by sashejer

» Supersync-3.3.4
Fri Jun 06, 2014 2:22 pm by sashejer

» Pms-setup-windows-1.22.0
Fri May 30, 2014 9:45 pm by sashejer

» Pms-setup-windows-1.22.0
Thu May 29, 2014 6:26 pm by sashejer

» Canon Easy-PhotoPrint EX 3.2.0
Thu May 29, 2014 11:13 am by sashejer

» Xilisoft AVI To DVD Converter 6.2.1.0321
Thu May 29, 2014 6:10 am by sashejer

» Gap Monsters
Wed May 28, 2014 11:58 am by sashejer

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 27 pada Wed Dec 18, 2013 4:59 am
Statistics
Total 466 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah gomis12

Total 537 kiriman artikel dari user in 378 subjects

JARINGAN LAN (BASIC)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

JARINGAN LAN (BASIC)

Post by Admin on Mon Feb 08, 2010 10:55 pm


LAN (Local Area Network) I






Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang
saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak
begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis
besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer
dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer
yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation
maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu
komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan
sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing
memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan
dijelaskan.
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu

  1. Komponen FisikPersonal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan.
  2. Komponen SoftwareSistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.
Personal Komputer (PC)
Tipe
personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat
menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk
kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan
dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang
difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih
tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya,
karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola
operasional jaringan tersebut.

Network Interface Card (NIC)
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI.

Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI

Gambar 1.1. Jenis kartu jaringan

Ethernet
Dalam
jaringan dengan protocol akses CSMA/CD atau Carrier Sense Multiple
Access with Collision Detection, suatu node (A) yang akan mengirimkan
data akan memeriksa dahulu kondisi jalur data. Bila tidak terdapat
aliran data/kosong maka node tersebut akan mengirimkan datanya dan bila
node lain (B) yang sedang menggunakan jalur data maka node (A) akan
menunggu dan akan mencoba memeriksa kembali. Dalam protocol akses ini
dimungkinkan pada suatu saat terjadi beberapa node mengirimkan datanya
secara bersamaan sehingga mengakibatkan collision atau tabrakan. Dalam
kondisi demikian node-node tersebut akan batal mengirimkan data dan
akan mencobanya kembali bila jalur tidak sibuk.

Gambar 1.2. Protocol akses CSMA/CD

Tipe Pengkabelan
Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan Windows, yaitu:

  1. Thin Ethernet (Thinnet)Thin
    Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif
    lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan
    komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 –
    185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.
  2. Thick Ethernet (Thicknet)Dengan
    thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan
    dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat
    diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta
    pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada
    Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer
    dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe
    DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick
    Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.

    Gambar 1.3. Kabel thicknet dan thinnet
  3. Twisted Pair EthernetKabel
    Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan
    unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung
    pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus.
    Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
    Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu
    pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral
    pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan
    dengan thin coax karenaHUB mempunyai kemampuan data error correction
    dan meningkatkan kecepatan transmisi. Saat ini ada beberapa grade, atau
    kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling
    reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling
    disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps).
    Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed. Kabel
    straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel
    crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB. Panjang kabel
    maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.


    Gambar 1.4. Kabel UTP, STP dan konektor rj-45
  4. Fiber OpticJaringan
    yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar,
    dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian,
    jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak
    diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps
    dan bebas pengaruh lingkungan.

    Gambar 1.5. Kabel fiber optik

Masih
ada lanjutannya sobat, pada postingan selanjutnya akan dibahas mengenai
Protokol TCP/IP, Domain Name System (DNS), DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol) dan Topologi Jaringan..

Semoga Bermanfaat

Admin
Admin

Jumlah posting : 164
Points : 480
Reputation : 0
Join date : 24.12.09

Lihat profil user http://jakenan.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik